Kehausan Rohani sebagai Titik Temu antara Kerinduan Manusia dan Inisiatif Ilahi

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.47167/fvp0pp70

Kata Kunci:

divine initiative, Luke 19, society 5.0, spiritual thirst, Zacchaeus

Abstrak

This study aims to analyze the story of Zacchaeus in Luke 19:1–10 to identify theological principles of spiritual thirst as the meeting point between human longing and divine initiative, as well as its relevance for Society 5.0. A qualitative descriptive analytical method was employed, involving exegetical analysis of the Greek text, historical cultural study, and review of practical theology literature. The findings reveal that spiritual thirst drives active seeking, overcomes social and cultural barriers, and prepares the heart to respond to God’s orchestrated kairos moments. This study affirms that God’s grace is not constrained by social judgment, and sincere human pursuit becomes a vessel for His saving work. In the context of Society 5.0, this model offers a practical theological framework for the church to facilitate transformative spiritual encounters by integrating technology use with deep spiritual formation.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Amiruddin, Ecy Oktaviani. “Pengaruh Hubungan Jarak Jauh terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Parepare.” thesis. IAIN Parepare (2024).

Angin, Yakub Hendrawan Perangin, and Tri Astuti Yeniretnowati. “Pemahaman Makna Misi dan Penginjilan Serta Implikasinya bagi Orang Percaya.” Ritornera-Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 2, no. 3 (2022): 27–48.

Antonio, Lucky, Edward Nimits Abraham, Samuel Elkana, Sarah Wassar, and Tri Subekti. “Model Dialog Transformatif Yesus dalam Yohanes 1-4.” REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2024): 21–30.

Bheka, Theresiani, and Teresia Noiman Derung. “Pengaruh Agama terhadap Hidup Sosial Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi.” Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia 1, no. 2 (2023): 197–222.

Dewantara, Agustinus Wisnu. “Sikap Lepas Bebas Kristiani sebagai Bahasa Teologi Antikorupsi.” Etika Dan Religiusitas Anti-Korupsi, 2018.

Gulo, Refamati, and Syalom Denish Imanuell Sahapudi. “Logos Abadi dalam Kefanaan: Eksplorasi Kristologi Identitas Ilahi dalam Pengkhotbah 3: 11.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 8, no. 1 (2025): 43–66.

Halawa, Yuslina, and Abad Jaya Zega. “Analisis Gereja dalam Perjanjian Lama dan Gereja dalam Perjanjian Baru: Kajian Eklesiologi.” Jurnal Magistra 3, no. 1 (2025): 60–70.

Harisantoso, Imanuel Teguh. “Membaca Kisah Zakheus dalam Perspektif Disabilitas.” Bonafide: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2023): 65–86.

Herman, Samuel, and Yanto Paulus Hermanto. “Pastoral Guidance for Congregations in the Era of Society 5.0.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 13, no. 1 (2023): 1–18.

Kholili, Ach. Kultur Digital: Tantangan dan Peluang Moderasi. Kultur Budaya dan Digital, 2025.

Lontaan, Jesha Michelle, and Vanny Nancy Suoth. “‘Sahabat dalam Kasih Saudara dalam Kesukaran’ Kajian Hermeneutik Kritik Historis terhadap Markus 2:1-12 dan Maknanya bagi Gereja Masa Kini.” Educatio Christi 4, no. 1 (2023): 102–115.

Lumintang, Ramly Donald Belly. “Pentingnya Teologi di Abad 21.” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 2 (2025): 139–164.

Mbuilima, William Cornelis. “Si Kaya yang Termarginalkan: Suatu Reinterpretasi Kisah Zakheus sebagai Korban Stigmatisasi melalui Kritik Ideologi.” CONSCIENTIA: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 2 (2024): 1–14.

Mendrofa, Yuliani. “Transformasi Spiritual melalui Pendidikan Agama Kristen untuk Orang Dewasa.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 9, no. 2 (2024): 224–231.

Pakpahan, Gernaida Krisna R., and Onnie Lumintang. “Partisipasi Perempuan dalam Pendidikan di Masyarakat Timur Tengah Kuno.” Diegesis: Jurnal Teologi 9, no. 1 (2024): 1–30.

Panthalanickel, James. “Towards an Inclusive and Just Community: A Reading of the Story of Zacchaeus (Lk. 19:1-10) in the Context of Sub-Saharan Africa.” African Christian Studies 32, no. 1 (2019): 86–106.

Saputra, I Wardi. Mencari dan Menemukan Tuhan dalam Segala: Usaha Menemukan Spiritualitas Awam. Yogyakarta: PT Kanisius, 2017.

Sidabutar, Hasudungan, and Rinto Hasiholan Hutapea. “Teologi Keselamatan Injil Lukas 19: 1-10 dan Relevansinya bagi Pendidikan Agama Kristen.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 10, no. 1 (2020): 1–16.

Sihite, Franseda, Carolina Etnasari Anjaya, and Yonatan Alex Arifianto. “Mamon dalam Kultur Penyembahan Orang Kristen Masa Kini.” Jurnal Teruna Bhakti 4, no. 2 (2022): 257–266.

Sinambela, Juita Lusiana, Gerbin Tamba, and Janes Sinaga. “Restitusi sebagai Bukti Pertobatan: Studi Lukas 19 tentang Zakheus dan Relevansinya bagi Koruptor.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 5, no. 2 (2024): 128–140.

Tarigan, Iwan Setiawan. “Eksegesis dan Penelitian Teologis.” Jurnal Teologi Cultivation 5, no. 2 (2021): 86–102.

Watt, Gi deon van der. “The Broken Body of Christ in a Broken World: A Lutheran Perspective on the Eucharist and Diaconia.” DIACONIA: Acts, understandings and stories of service in a pluralistic Southern Africa (2025): 243–263.

Wenno, Vincent Kalvin. Keramahtamahan Perempuan Berdosa (Membaca Kembali Kisah Lukas 7: 36-50). Indramayu: CV Adanu Abimata, 2022.

Diterbitkan

2026-05-12

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kehausan Rohani sebagai Titik Temu antara Kerinduan Manusia dan Inisiatif Ilahi. (2026). KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 9(1), 41-57. https://doi.org/10.47167/fvp0pp70