Paradigma Beyond Algorithms dalam Pendidikan Kristen di Era AI
DOI:
https://doi.org/10.47167/r908ep90Keywords:
beyond algorithms, pendidikan Kristen, misi holistik, era AIAbstract
The development of Artificial Intelligence (AI) presents both opportunities and crises for Christian education, as algorithmic rationality has the potential to reduce holistic human formation to a merely technical process. This study aims to formulate the Beyond Algorithms paradigm, which positions Christian education as an embodiment of holistic mission in the AI era. Employing a qualitative approach based on theological and pedagogical literature studies, this research finds that Christian education must be grounded in the vision of the imago Dei, critically evaluate algorithmic reductionism, and develop integrative strategies that utilize AI as a tool for holistic mission. The novelty of this study lies in the formulation of the Beyond Algorithms paradigm as an epistemological shift that organically integrates holistic mission theology, the metaphor of incarnation, and AI ethics-philosophy within the still underexplored discourse of Christian education. This paradigm emphasizes a transformative, relational, and shalom-oriented form of education that transcends computational logic. The implications suggest that Christian educational institutions need to restructure curricula, redefine the role of teachers, and reform governance in order to restore human dignity holistically in the AI era.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus krisis bagi pendidikan Kristen, karena rasionalitas algoritmik berpotensi mereduksi pembentukan manusia seutuhnya menjadi proses teknis semata. Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma Beyond Algorithms yang menempatkan pendidikan Kristen sebagai inkarnasi misi holistik di era AI. Melalui metode kualitatif berbasis studi literatur teologis dan pedagogis, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Kristen harus berpijak pada visi imago Dei, mengevaluasi reduksionisme algoritmik secara kritis, dan mengembangkan strategi integratif yang memanfaatkan AI sebagai alat misi holistik. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan paradigma Beyond Algorithms sebagai pergeseran epistemologis yang mengintegrasikan teologi misi holistik, metafora inkarnasi, dan etika-filosofi AI secara organik dalam wacana pendidikan Kristen yang masih jarang dikaji. Paradigma ini menegaskan pendidikan yang transformatif, relasional, dan berorientasi shalom yang melampaui logika komputasional. Implikasinya, lembaga pendidikan Kristen perlu menata ulang kurikulum, peran guru, dan tata kelola demi pemulihan martabat manusia secara utuh di era AI.
Downloads
References
Andreas, Denny, and Sharon Evangelica Manete. “Tafsir Fungsional, AI, dan Etika: Menjembatani Peran dan Agensi Moral Manusia dalam Teknologi.” Jurnal Voice 4, no. 2 (2024): 77–93. https://doi.org/10.54636/c2209v73.
Aoun, Joseph E. ROBOT-PROOF : Higher Education in the Age of Artificial Intelligence. London: The MIT Press, 2017.
Díaz, Israel. “Considering the Efficacy of Digital Technology as a Means of Evangelization in Christian Religious Education.” Religious Education 116, no. 1 (2021): 3–15. https://doi.org/10.1080/00344087.2021.1872001.
Gulo, Rezeki Putra. “Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Guru dalam Pendidikan Kristen: Etika, Peluang, dan Batasan.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 6, no. 1 (2025): 18–32. https://doi.org/10.46348/car.v6i1.331.
Gulo, Rezeki Putra, and Nikarni Zai. “Teologi PAK dalam Perspektif 1 Tesalonika 2:1-12 : Dimensi Relasional, Keteladanan, dan Formasi Iman.” Aletheia Christian Educators Journal 7, no. 1 (2026): 39–47. https://doi.org/10.9744/aletheia.7.1.39-47.
Heluka, Elly, and Nelci Mbelanggedo. “Pendidikan Agama Kristen di Era Society 5.0: Mengembangkan Literasi Digital Berbasis Nilai-nilai Kristiani bagi Peserta Didik.” Imitatio Christo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2025): 76–92. https://doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i1.6.
Ismail, Jeffrit Kalprianus. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Kristen. Papua: Perpustakaan STT Arastamar Wamena, 2012.
Karlau, Sensius Amon. “Penciptaan Manusia sebagai Representatif Allah untuk Mewujudkan Mandat Budaya berdasarkan Kejadian 1: 26-28.” Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 5, no. 1 (2022): 122-138. https://doi.org/10.47457/phr.v5i1.265.
Mumu, Andre Shevcenco, and Roy Dekky Tamaweol. Teologi Kecerdasan Buatan (AI): Tinjauan Dogmatis, Praktis, dan Reflektif. Jawa Tengah: Penerbit Revormasi, 2025.
Nenomataus, Ade Epatri, Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. “Integrasi Etika AI dalam Pendidikan Agama Kristen: Tantangan dan Peluang.” NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan 5, no. 3 (2024): 1387–93. https://doi.org/10.55681/nusra.v5i3.3173.
Pantan, Frans. “Chatgpt dan Artificial Intelligence: Kekacauan atau Kebangunan bagi Pendidikan Agama Kristen di Era Postmodern.” Diegesis : Jurnal Teologi 8, no. 1 (2023): 108–20. https://doi.org/10.46933/DGS.vol8i1108-120.
Papakostas, Christos. “Artificial Intelligence in Religious Education: Ethical, Pedagogical, and Theological Perspectives.” Religions 16, no. 5 (2025): 01–22. https://doi.org/10.3390/rel16050563.
Pazmiño, Robert W. Foundational Issues in Christian Education : An Introduction in Evangelical Perspective. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic, 2008.
Prianto, Robi, Hesron Yuswanto, and Yohanes Hasiholan Tampubolon. “‘Takut Akan Tuhan’ sebagai Dasar Pertumbuhan Spiritualitas Remaja Kristen: Studi Eksegesis Amsal 1:1-7.” Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 12, no. 1 (2022): 49–66. https://doi.org/10.51828/td.v12i1.242.
Purba, Yerielo Iriola. “Desiderium Naturale Videndi Deum di Era Digital : Studi Fenomenologi Peran AI dalam Membentuk Perspektif Teologis Mahasiswa Pendidikan.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 14, no. 2 (2025): 235–50. https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i2.303.
Purwonugroho, Daniel Pesah, and Yesaya Bangun Ekoliesanto. “Integrasi Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Khotbah: Tinjauan terhadap Etika dan Kepantasan.” GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies 4, no. 1 (2024): 1–10. https://grafta.stbi.ac.id/index.php/GRAFTA/article/view/74.
Sianipar, Desi, ed. Inovasi Pendidikan Agama Kristen di Era Artificial Intelligence. Bandung: CV Widina Media Utama, 2024.
Tea, Ditje, and Oktavianus Rangga. “Strategi Pembelajaran Berbasis Alkitab untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Kadesi 7, no. 2 (2025): 1–33. https://doi.org/10.54765/ejurnalkadesi.v7i2.115.
Ton, Degunias. “Strategi Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Dampak Artificial Intelligence untuk Mengembangkan Critical Thinking Peserta Didik.” MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Gereja 8, no. 2 (2025): 21–38. https://doi.org/10.62240/msj.v8i2.105.
Topayung, Semuel Linggi. “Menjembatani Kesenjangan Generasi: Pendekatan Efektif Pedagogis Kristiani di Era Digital.” BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 592–616. https://doi.org/10.46558/bonafide.v5i2.264.
Waruwu, Yamotani. “Pendidikan Agama Kristen dalam Era AI : Menggunakan Kecerdasan Buatan untuk Personalisasi Pembelajaran Spiritual.” Jurnal Abdiel 8, no. 2 (2024): 151–65. https://doi.org/10.37368/ja.v8i2.786.
Zai, Nikarni, and Mozes Lawalata. “Studi Biblika Otoritas Penciptaan terhadap Era Rekayasa Gender.” Phronesis : Jurnal Teologi Dan Misi 8, no. 1 (2025): 91–107. https://doi.org/10.47457/phr.v8i1.602.
Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






